Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam

Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam
Lele Sumber Ekonomi Masyarakat Seuneuam

POJOK GAMBUT | Sebagian besar masyarakat Sumber Bakti-Seuneuam, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, masih bergantung pada lahan gambut.

Dari lahan gambut, masyarakat dapat memperoleh hasil tani berupa produk kayu dan nonkayu, seperti jamur, tanaman obat-obatan, serta lebah hutan penghasil madu yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, gambut yang menyimpan keanekaragaman hayati juga menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di sana. Lele salah satunya. Ikan air tawar itu telah menjadi mata pencaharian sekaligus sumber penghidupan warga.

Saban harinya, warga Seuneuam mampu menghasilkan tiga sampai lima kilogram ikan lele yang ditangkap menggunakan bubu, peralatan tradisional yang terbuat dari bambu. Bahkan jika musim hujan, hasil tangkapan bisa mencapai sepuluh kilogram lebih.

Lele Seuneuam adalah primadona, laris manis di pasaran. Harga jualnya mencapai Rp60.000 per kilogram.

Namun, hasil tangkapan saat ini jauh berkurang jika dibandingkan dengan lima tahun lalu, yang mencapai sepuluh kilogram perhari, tanpa harus menunggu hujan turun. Warga mengaku, hal itu karena dipengaruhi alih fungsi lahan gambut menjadi perkebunan sawit.

Teks dan Foto: Nurul Fahmi

Related post

%d bloggers like this: